Tahukah Anda, air membentuk hingga 75% berat tubuh manusia. Kehilangan 4% saja dari total cairan tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, dan kehilangan 15% dapat berakibat fatal. Demikian pula, seseorang dapat bertahan hidup sebulan tanpa makanan, tetapi tidak akan bertahan hidup 3 hari tanpa air. Ketergantungan krusial pada air ini secara luas memengaruhi semua bentuk kehidupan. Jelas, air sangat penting untuk kelangsungan hidup, tetapi apa yang membuatnya begitu penting?
Tak ada molekul lain yang menandingi air dalam hal sifat unik yang mendukung kehidupan. Menariknya, para peneliti terus mengembangkan cara-cara baru untuk memurnikan air, bergantung pada kualitas air yang diolah, biaya proses pengolahan, dan standar kualitas yang diharapkan dari air olahan tersebut.
Tujuannya adalah menghasilkan air yang sesuai untuk tujuan tertentu. Sebagian besar air dimurnikan dan didesinfeksi untuk konsumsi manusia (air minum), tetapi pemurnian air juga dapat dilakukan untuk berbagai keperluan lain, termasuk aplikasi medis, farmakologis, kimia, dan industri. Sungguh menakjubkan bagaimana sebuah molekul sederhana secara universal penting bagi organisme dengan beragam kebutuhan.
Eksperimen pertama dalam penyaringan air dimulai pada abad ke-17. Sir Francis Bacon mencoba desalinasi air laut dengan melewati aliran filter pasir. Meskipun eksperimennya tidak berhasil, hal itu menandai dimulainya minat baru di bidang ini. Para penemu mikroskop, Antonie van Leeuwenhoek dan Robert Hooke, menggunakan mikroskop yang baru ditemukan untuk pertama kalinya mengamati partikel-partikel material kecil yang tersuspensi di dalam air, yang meletakkan dasar bagi pemahaman masa depan tentang patogen yang ditularkan melalui air.
Saat ini, para peneliti terus menyempurnakan metode, dan dengan teknologi modern, pemurnian air telah meningkat pesat. Beberapa metode pemurnian air, seperti filter membran, kini banyak digunakan untuk menyaring air minum, baik dalam aplikasi komersial maupun industri. Untuk air minum, filter membran dapat menghilangkan hampir semua partikel yang lebih besar dari 0,2 μm—termasuk giardia dan cryptosporidium. Filter membran merupakan bentuk pengolahan tersier yang sangat efektif ketika air ingin digunakan kembali untuk industri, untuk keperluan rumah tangga terbatas, atau sebelum dibuang ke sungai yang digunakan oleh kota-kota di hilir. Filter membran banyak digunakan dalam industri, terutama untuk pengolahan minuman (termasuk air minum kemasan). Sistem membran osmosis terbalik (RO) adalah salah satu metode yang paling banyak digunakan saat ini.
Osmosis terbalik dapat menghilangkan berbagai jenis spesies kimia terlarut dan tersuspensi serta spesies biologis (terutama bakteri) dari air, dan digunakan dalam proses industri maupun produksi air minum. Ikuti kami di sepanjang perjalanan, karena kami berbagi pengetahuan dari para peneliti profesional HID tentang produksi membran dan sistem osmosis terbalik. Anda dipersilakan untuk bertanya dan juga dipersilakan untuk berbagi pengetahuan Anda dalam agenda ini, untuk membantu komunitas pemurnian air memperoleh pengetahuan luas tentang cara mendapatkan air terbaik, aman, dan berkualitas.
Tanpa pemahaman menyeluruh tentang nilai air yang sesungguhnya dan multidimensi, kita tidak akan mampu menjaga sumber daya penting ini demi manfaat semua orang.
Waktu posting: 15-Okt-2021




