25 solusi umum untuk masalah teknologi membran osmosis terbalik (Bagian 1)
Secara umum, ketika fluks standar berkurang 10-15%, atau laju desalinasi sistem berkurang 10-15%, atau tekanan operasi dan perbedaan tekanan antar bagian meningkat 10-15%, sistem RO perlu dibersihkan. Frekuensi pembersihan berkaitan langsung dengan tingkat pra-perawatan sistem. Ketika SDI15
1.Seberapa sering sistem osmosis terbalik harus dibersihkan?
Secara umum, ketika fluks standar berkurang 10-15%, atau laju desalinasi sistem berkurang 10-15%, atau tekanan operasi dan perbedaan tekanan antar bagian meningkat 10-15%, sistem RO perlu dibersihkan. Frekuensi pembersihan berkaitan langsung dengan tingkat pra-perawatan sistem. Ketika SDI15
2.Apa itu SDI?
Teknik paling efektif untuk mengevaluasi polusi koloid dalam aliran masuk sistem RO/NF saat ini adalah dengan mengukur indeks densitas sedimentasi (SDI) aliran masuk, yang merupakan parameter penting yang harus ditentukan sebelum perancangan RO. Selama pengoperasian RO/NF, pengukuran rutin harus dilakukan (2-3 kali sehari untuk air permukaan). ASTM D4189-82 menetapkan standar untuk pengujian ini. Persyaratan air masuk untuk sistem membran adalah nilai SDI15 harus ≤ 5. Teknologi efektif untuk mengurangi pra-perlakuan SDI meliputi filter multimedia, ultrafiltrasi, mikrofiltrasi, dll. Penambahan dielektrik polimer sebelum filtrasi terkadang dapat meningkatkan filtrasi fisik yang telah disebutkan sebelumnya dan mengurangi nilai SDI.
3. Haruskah proses osmosis terbalik atau proses pertukaran ion digunakan untuk aliran masuk umum?
Dalam berbagai kondisi aliran masuk, penggunaan resin penukar ion atau osmosis balik secara teknis memungkinkan, dan pemilihan proses harus ditentukan berdasarkan perbandingan ekonomi. Umumnya, semakin tinggi kadar garam, semakin ekonomis osmosis balik, sementara semakin rendah kadar garam, semakin ekonomis pertukaran ion. Karena penggunaan teknologi osmosis balik yang meluas, kombinasi osmosis balik + proses pertukaran ion atau osmosis balik multi-tahap atau osmosis balik + teknologi desalinasi dalam lainnya telah menjadi teknologi yang diakui dan solusi pengolahan air yang lebih ekonomis. Jika Anda memerlukan pemahaman lebih lanjut, silakan berkonsultasi dengan perwakilan perusahaan teknik pengolahan air. Berapa tahun komponen membran osmosis balik umumnya dapat digunakan? Masa pakai membran bergantung pada stabilitas kimianya, stabilitas fisik komponen, kemampuan dicuci, sumber air masuk, pra-perawatan, frekuensi pembersihan, dan tingkat manajemen operasional. Menurut analisis ekonomi, biasanya lebih dari 5 tahun.
Berapa lama komponen membran osmosis terbalik umumnya dapat digunakan?
Masa pakai membran bergantung pada stabilitas kimianya, stabilitas fisik komponennya, kemampuan mencucinya, sumber air masuk, pra-perawatan, frekuensi pembersihan, dan tingkat manajemen operasional. Berdasarkan analisis ekonomi, masa pakai membran biasanya lebih dari 5 tahun.
4.Apa perbedaan antara osmosis terbalik dan nanofiltrasi?
Nanofiltrasi adalah teknologi pemisahan cairan membran yang terletak di antara osmosis balik dan ultrafiltrasi. Osmosis balik dapat memisahkan zat terlarut terkecil dengan berat molekul kurang dari 0,0001 mikrometer, sementara nanofiltrasi dapat memisahkan zat terlarut dengan berat molekul sekitar 0,001 mikrometer. Nanofiltrasi pada dasarnya merupakan jenis osmosis balik bertekanan rendah, yang digunakan dalam situasi di mana kemurnian air olahan tidak terlalu ketat. Nanofiltrasi cocok untuk mengolah air sumur dan air permukaan. Nanofiltrasi cocok untuk sistem pengolahan air yang tidak memerlukan laju desalinasi tinggi seperti osmosis balik, tetapi memiliki kemampuan tinggi untuk memisahkan komponen kesadahan, yang terkadang disebut sebagai "membran pelunakan". Sistem nanofiltrasi memiliki tekanan operasi rendah dan konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan sistem osmosis baliknya.
5.Apa kemampuan pemisahan teknologi membran?
Osmosis balik saat ini merupakan teknologi filtrasi cairan yang paling presisi. Membran osmosis balik dapat menahan molekul anorganik seperti garam terlarut dan zat organik dengan berat molekul lebih dari 100. Di sisi lain, molekul air dapat melewati membran osmosis balik dengan bebas, dan laju penghilangan garam terlarut umumnya >95-99%. Tekanan operasi berkisar antara 7 bar (100 psi) untuk air payau hingga 69 bar (1000 psi) untuk air laut. Nanofiltrasi dapat menghilangkan pengotor dalam partikel berukuran 1 nm (10A) dan bahan organik dengan berat molekul lebih dari 200-400. Laju penghilangan padatan terlarut adalah 20-98%. Laju penghilangan garam yang mengandung anion monovalen (seperti NaCl atau CaCl2) adalah 20-80%, sementara garam yang mengandung anion divalen (seperti MgSO4) memiliki laju penghilangan yang lebih tinggi, yaitu 90-98%. Ultrafiltrasi memiliki efek pemisahan pada makromolekul yang lebih besar dari 100-1000 angstrom (0,01-0,1 mikrometer). Semua garam terlarut dan molekul kecil dapat melewati membran ultrafiltrasi, dan zat yang dapat dipisahkan meliputi koloid, protein, mikroorganisme, dan bahan organik makromolekul. Berat molekul retensi sebagian besar membran ultrafiltrasi berkisar antara 1000 hingga 100.000. Rentang pemisahan partikel oleh mikrofiltrasi adalah sekitar 0,1-1 mikrometer. Umumnya, padatan tersuspensi dan koloid partikel besar dapat dicegat untuk membentuk molekul besar dan garam terlarut.










